AS-SYIFA BOARDING SCHOOL SUBANG GELAR TES SWAB UNTUK PEGAWAI

Sumber Foto: Doc. ACMC/ Humas Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah

Rep: Annasya/ Red: Disya Senin 24 Agustus 2020 09:30 WIB

SUBANG – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Fachrul Razi dalam webinar Kemendikbud RI, menyatakan bahwa saat ini hampir seluruh pesantren di Indonesia telah melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka. Menag menyatakan bahwa kondisi pesantren saat ini aman dari penyebaran Covid 19, karena telah menjalankan empat persyaratan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Persyaratan itu adalah lingkungan madrasah atau pesantren yang aman Covid 19, guru, ustadz dan pengajar lainnya aman dari Covid 19, dan murid atau santrinya aman dari Covid 19, serta yang keempat pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat.

Mengacu pada persyaratan ini, pesantren di daerah Subang siap melakukan pembelajaran tatap muka, salah satunya Assyifa Boarding School Subang. Sebelum menyambut kedatangan santri, pihak sekolah bekerja sama dengan Klinik Pratama Assyifa Medika bakal melakukan tes swab.

Kepala klinik Assyifa Medika Rita Kurniasih, A.M. Keb., mengatakan bahwa tes ini dilakukan kepada seluruh pegawai, khususnya yang bersentuhan langsung dengan santri.

“Target yang diswab itu inginnya seluruh karyawan, yakni di angka seribu karyawan, hanya ini dititikberatkan pada karyawan yang berhadapan atau berinteraksi langsung dengan murid-murid, bahkan anak karyawan yang bersekolah di Assyifa, mereka pun dilakukan swab sebelum masuk ke asrama,” kata Rita.

Bekerja sama dengan Universitas Gunung Djati Cirebon, Rita menjelaskan bahwa hasil tes akan segera didapatkan.

“Kita bekerja sama dengan Fakultas kedokteran Universitas Gunung Djati. Nanti akan ada dua tim, yakni di (Assyifa Boarding School) Jalan Cagak satu tim, di (Assyifa Boarding School) Wanareja satu tim. Satu kali pemeriksaan di angka 300 orang,” ujar Rita.

“Jadi kita hanya pelaksanaan satu hari, setelah selesai hasilnya langsung dibawa ke lab fakultas kedokteran di sana, kemudian dilakukan pemeriksaan. Paling cepat besoknya sudah ada hasil, dan mudah-mudahan hasilnya bagus semua,” tambahnya.

Selain itu, Rita menjelaskan, jika ada pasien yang positif maka akan dilakukan pemeriksaan ulang dan jika menunjukkan hasil negatif maka pegawai bisa diizinkan bekerja kembali, namun jika hasilnya menunjukkan positif maka pihaknya akan bekerja sama dengan satgas kecamatan dan juga kabupaten.

“Kalau pun nanti ada yang positif di antara satu kelompok sepuluh orang itu, nanti akan dilakukan pemeriksaan ulang, setelah pemeriksaan ulang tidak ada yang positif Alhamdulillah berarti. Kalaupun ada yang positif, nanti kita kerja sama dengan satgas covid Jalan Cagak, nanti dari satgas covid Jalan Cagak dilaporkan ke dinas kabupaten.
Mungkin dijemputnya jika ada yang positif, langsung di rumah karyawan masing-masing.”

Rita berharap hasil tes ini menghasilkan seluruh pegawai negatif dan sehat, sehingga dapat berkumpul kembali dan dapat kembali melaksanakan proses pembelajaran tatap muka bersama para santri. (Rep: Annasya/ Red: Disya)

Leave a Reply