AS-SYIFA BOARDING SCHOOL BERKOMITMEN MENCETAK GENERASI TAKWA, CERDAS, DAN BERKARAKTER PEMIMPIN

Sumber Foto : Panitia PMB As-Syifa

Rep: Hannan / Red: Annasya Kamis 24 September 2020 14:30 WIB

SUBANG – As-Syifa Boarding School telah memiliki kepercayaan di masing-masing orang tua murid karena komitmennya dalam mencetak generasi yang takwa, cerdas, dan berkarakter pemimpin. Hal ini terbukti dengan banyak kakak beradik yang disekolahkan di SMPIT maupun SMAIT As-Syifa. Kekhasan model dan sekolah Islam terpadu (IT) yang diterapkan pun sudah dirasakan para alumni, bahkan orang tua yang ikut merasakan kontribusi pelayanan para guru kepada anak-anaknya yang telah lulus, hal ini disampaikan oleh Ketua Penerimaan Murid Baru (PMB) 2020-2021 As-Syifa Boarding School, Rizal Anshorudin, S.Pd.

Ia pun menjelaskan bahwa kekhasan dari segi tahfidz/ hafalan Al-Qur’an diakui oleh para alumni dan orang tua sangat melekat, karena memotivasi siswa/ siswi untuk memiliki semangat tinggi dalam menghafal Al-Qur’an.

“Meskipun kami menargetkan dalam 3 tahun untuk SMP minimal hafal 5 juz, dan SMA minimal hapal 7 juz, tapi pada kenyatannya di lapangan anak-anak bisa melebihi target hafalan yang sudah ditetapkan sekolah. Ada yang dua tahun di SMP sudah hafidz 30 juz, sebelumnya saat SD sudah memiliki hafalan 2 juz. Itu artinya 28 juz selama dua tahun bisa tuntas di As-Syifa. Memang tidak masif, namun motivasi anak-anak untuk menghapal alquran di As-Syifa itu sangat tinggi,” tandasnya.

Selain itu, As-Syifa memiliki keunggulan dari segi kurikulum kepemiminan atau leadership, salah satunya melalui Badan Eksekutif Murid (BEM) yang menjadi wadah untuk anak-anak agar bisa saling belajar menjadi seorang pemimpin.

“Karena kami ada namanya sekolah, mesjid, dan asrama, maka 3 ranah tadi menjadi kor atau pola kepemimpinan bagi anak-anak dan kornya ada dinama BEM (Badan Eksekutif Murid). Ini salah satu wadah anak-anak untuk bisa saling belajar menjadi seornag pemimpin dan ketika anak-anak tidak masuk BEM pun, yang lain bisa bergabung dengan beberapa komunitas atau eskul. Intinya adalah bagaimana pola pembinaan karakter itu kita rangkum dalam satu silabus yang jelas, baik itu di asrama, masjid ataupun di sekolah. Masing-masing ranah sudah memiliki pembina dan pola, di masjid ada kepesantrenan, di sekolah ada bidang akademik atau kurikulum, dan di asrama ada namanya keasramaan. Sehingga ketiga ranah tadi bersinergi dan memunculkan generasi rabbani dan As-Syifa berkomitmen mencetak generasi yang  bertakwa, cerdas, dan berkarakter pemimpin,” jelas Rizal.

Leave a Reply