Moment Of The Day – 15 Januari

Moment Of The Day – 15 Januari

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal 15 Januari.

Hari ini tepatnya tanggal 15 Januari 1962 diperingati sebagai Hari Dharma Samudera.

Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap tanggal 15 Januari ditujukan untuk memperingati semangat para pahlawan yang gugur di pertempuran laut Aru. Sejarah mencatat, pertempuran Laut Aru antara Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) melawan Belanda terjadi di perairan Maluku pada 15 Januari 1962. Dalam peristiwa yang kini diperingati sebagai Hari Dharma Samudera tersebut, Yos Sudarso gugur sebagai pahlawan bangsa. Peristiwa yang terjadi pada 15 Januari 1962 tersebut melibatkan 3 Kapal Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Harimau, KRI Macan Tutul, dan KRI Macan Kumbang, yang sedang menjalankan operasi senyap untuk mengintai kekuatan armada Belanda di sekitar Irian Barat. Tujuan akhir operasi itu adalah untuk membebaskan Irian Barat dari cengkeraman Belanda. Sayangnya, pergerakan 3 KRI tersebut diketahui oleh musuh dan Komodor Yos Sudarso yang berada di KRI Macan Tutul berkorban sebagai umpan agar dua KRI lainnya selamat. Komodor Yos Sudarso gugur bersama awak KRI Macan Tutul dalam pertempuran ini, sedangkan KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau selamat. Saat Yos gugur dalam Pertempuran Laut Aru pada 15 Januari 1962 itu, ia menjabat sebagai Deputi Operasi KSAL atau orang nomor dua di Angkatan Laut Republik Indonesia.

Moment Of The Day – 14 Januari

Moment Of The Day – 14 Januari

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal  14 Januari.

Hari ini tepatnya tanggal 14 Januari 2016 adalah hari pada saat Jakarta diguncang teror bom, Bom meledak di depan gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin yang disertai baku tembak antara terduga teroris dengan aparat kepolisian setempat. 7 orang tewas.

Serangan Jakarta 2016 merupakan serentetan peristiwa berupa sedikitnya enam ledakan, dan juga penembakan di daerah sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia pada tanggal 14 Januari 2016. Ledakan terjadi di dua tempat, yakni daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah, dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut. Sedikitnya delapan orang (empat pelaku penyerangan dan empat warga sipil) dilaporkan tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini. Tujuh orang terlibat sebagai pelaku penyerangan, dan organisasi Negara Islam Irak dan Syam mengklaim bertanggung jawab sebagai pelaku penyerangan.

Serangan dimulai pada 14 Januari 2016 pukul 10.40 WIB, ketika serangkaian ledakan mengguncang persimpangan Sarinah, Jakarta Pusat. Menurut juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, pelaku serangan yang tidak diketahui jumlahnya ini membawa granat dan senjata api. Menurut laporan sejumlah media, terdapat 7 orang yang menjadi pelaku serangan.

Serangan dimulai ketika sebuah ledakan terjadi di tempat parkir Menara Cakrawala, di depan gerai Starbucks persimpangan Sarinah pada pukul 10.40 WIB. Tiga ledakan berikutnya terjadi di sebuah pos polisi tepat di persimpangan Sarinah, menewaskan satu warga sipil. Sementara dua ledakan lainnya terjadi di dalam gerai Starbucks, menewaskan satu warga sipil lainnya. Setelah ledakan tersebut, beberapa laporan menyebutkan bahwa terjadi tiga ledakan di daerah lain, yakni Cikini, Slipi, dan Kuningan, namun laporan tersebut ditemukan sebagai pemberitaan palsu.

Setelah ledakan-ledakan tersebut, polisi mencoba menyergap beberapa pelaku serangan. Suara tembakan antara pelaku dan polisi terdengar dari dalam Menara Cakrawala.[19] Dilaporkan, polisi menembak mati tiga pelaku serangan, dan dua pelaku ditangkap, sementara pelaku-pelaku lainnya tewas dalam melakukan ledakan bunuh diri. Anggota kepolisian turut menjadi korban penembakan pelaku. Seorang wartawan foto berhasil memfoto saat 2 orang pelaku serangan muncul dari keramaian dan mulai menembaki beberapa anggota kepolisian dari jarak yang sangat dekat.

Moment Of The Day – 13 Januari

Moment Of The Day – 13 Januari

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal  13 Januari.

Hari ini tepatnya tanggal 13 Januari 1962 adalah hari pada saat     Terbentuknya Pusat Penelitian Fisika LIPI

Pusat Penelitian Fisika adalah nama baru dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan (P3FT) yang sebelumnya merupakan perubahan dari Lembaga Fisika Nasional (LFN) berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 1 tanggal 13 Januari 1986. Lembaga ini merupakan salah satu Pusat Penelitian di bawah naungan Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tujuan dan lingkup Puslit Fisika diarahkan pada usaha untuk mendukung pembangunan nasional melalui riset pengembangan sumber daya alam, terutama yang terkait dengan ilmu fisika, menuju Indonesia sebagai negara industri.

Secara garis besar grup ini melakukan kajian fisika baik dari aspek teori maupun eksperimen yang terkait atau memakai laser dalam pemakaiannya. Saat ini kegiatan riset dan diskusi difokuskan pada:

  • Eksperimen optical tweezers dan laser trapping, serta fenomena excluding zone antara dua medium yang berbeda.
  • Pengembangan instrumentasi optik, sistem kontrol dan akuisisi data untuk eksperimen dengan laser dan perangkatnya.

Pemodelan fenomena excluding zone antara dua medium yang berbeda.

Moment Of The Day – 12 Januari

Moment Of The Day – 12 Januari

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal  12 Januari.

Hari ini tepatnya tanggal 12 Januari 1908 adalah hari pada  Zaman Es Kecil: Masa beku selama dua bulan dimulai di Prancis – Pantai Atlantik dan Sungai Rhine membeku, tanaman gagal panen dan setidaknya 24.000 warga Paris meninggal.

Zaman Es Kecil adalah periode pendinginan yang berlangsung setelah Periode Hangat Abad Pertengahan. Meskipun masa ini bukan merupakan zaman es yang sesungguhnya, istilah ini diperkenalkan ke dalam ranah ilmiah oleh François E. Matthes pada tahun 1939. Walaupun belum ada konsensus mengenai kapan Zaman Es Kecil dimulai, para ahli memperkirakan periode ini berlangsung dari abad ke-16 hingga abad ke-19, atau berdasarkan alternatif lain dari tahun 1350 hingga 1850, meskipun klimatolog dan sejarawan yang mempelajari catatan-catatan lokal tidak lagi diharapkan untuk menyepakati tanggal permulaan atau akhir periode ini karena bergantung pada kondisi lokal. NASA mendefinisikan Zaman Es Kecil sebagai periode antara tahun 1550 hingga 1850 dan mencatat paling tidak tiga interval dingin: satu sekitar tahun 1650, yang lain sekitar tahun 1770, dan yang terakhir pada tahun 1850, masing-masing terpisah oleh interval pemanasan kecil.

Beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskan penyebab masa ini: variasi matahari, meningkatnya aktivitas gunung berapi, perubahan sirkulasi samudra, variabilitas iklim global, atau berkurangnya populasi manusia.

Pada tahun 1645-1715, pada pertengahan Zaman Es Kecil, berlangsung periode ketika aktivitas matahari rendah (yang disebut Maunder Minimum). Keterkaitan antara aktivitas bintik matahari yang rendah dengan pendinginan suhu masih belum ditetapkan, namun berlangsungnya Maunder Minimum bersamaan dengan puncak Zaman Es Kecil mungkin menunjukkan korelasi. Spörer Minimum juga telah teridentifikasi bersamaan dengan periode pendinginan yang signifikan menjelang dimulainya Zaman Es Kecil. Indikator-indikator aktivitas matahari rendah pada periode tersebut adalah jumlah isotop karbon-14 dan berillium-10.

Selama Zaman Es Kecil, dunia juga mengalami peningkatan aktivitas gunung berapi. Ketika gunung berapi meletus, abunya mencapai atmosfer dan dapat menyebar hingga menyelimuti Bumi. Abu ini menghalangi masuknya sinar matahari, sehingga mengakibatkan pendiginan yang dapat berlangsung dua tahun setelah letusan. Kemungkinan lain adalah berhentinya atau melambatnya sirkulasi Thermohaline. Aliran Teluk mungkin terganggu oleh masuknya air tawar dalam jumlah besar ke Samudra Atlantik utara, yang mungkin disebabkan oleh periode pemanasan sebelum Zaman Es Kecil. Saat ini terdapat kekhawatiran bahwa hal serupa dapat terjadi akibat pemanasan global.

Moment Of The Day – 11 Januari

Moment Of The Day – 11 Januari

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal  11 Januari.

Hari ini tepatnya tanggal 11 Januari 532M adalah hari pada saat terjadinya Kerusuhan Nika di Konstantinopel.

Kerusuhan atau Pemberontakan Nika terjadi selama seminggu di Konstantinopel pada tahun 532 M. Kerusuhan ini adalah yang terbesar selama sejarah Konstantinopel, dengan hampir 50% kota dibakar atau dirusak, dan puluhan ribu orang tewas.

Kekaisaran Romawi Kuno dan Kekaisaran Bizantium telah mengembangkan sebuah badan, yang dikenal sebagai demes, yang mendukung pihak-pihak yang berbeda (atau tim-tim) yang bertanding pada sebuah kompetisi kejuaraan olahraga, hal ini sangat tampak pada pertandingan balap chariot (semacam kereta kuda). Pada masa itu, terdapat empat tim besar pada pertandingan balap chariot, yang dibedakan oleh warna seragam yang dipertandingkan; warna inipun dipakai pula oleh pendukung mereka. Tim-tim ini dikenal sebagai Biru, Merah, Hijau, dan Putih, meskipun pada era Bizantium tim yang berpengaruh hanya Biru dan Hijau. Kaisar Yustinianus I adalah seorang pendukung tim Biru.

Badan tim ini telah menjadi fokus dari berbagai macam isu-isu social dan politik, dimana masyarakat Bizantium tidak memiliki tempat untuk membahasnya. Warga mengombinasikan aspek-aspek dari preman jalanan dan partai politik, dengan masalah terkini waktu itu, terutama masalah-masalah teologis (sebuah penyebab argumentasi yang besar dan penuh kekerasan pada abad ke-5 dan abad ke-6) atau pewaris tahta. Mereka kadang kala berusaha memengaruhi kebijakan kaisar dengan meneriakan keinginan politiknya di tengah-tengah pertandingan. Pengawal kerajaan dan tentara Konstantinopel tidak dapat menjaga ketertiban tanpa dukungan dari faksi-faksi perlombaan yang didukung oleh keluarga-keluarga aristokrat kota; termasuk di dalamnya beberapa keluarga yang merasa bahwa mereka lebih memiliki hak atas tahta dibandingkan Yustinianus sendiri.

Pada tahun 531, sejumlah anggota tim Biru dan tim Hijau ditangkap atas tuduhan pembunuhan yang berhubungan dengan beberapa kematian yang muncul selama kerusuhan setelah beberapa pertandingan terakhir. Kerusuhan yang relatif terbatas tidak diketahui pada saat pertandingan balap chariot, mirip dengan holiganisme sepak bola yang terkadang berubah menjadi kerusuhan setelah kejuaraan sepak bola pada masa modern. Terdakwa yang terlibat divonis dengan hukuman gantung, dan sebagian berhasil dieksekusi. Namun, pada tanggal 10 Januari 532, dua di antara para terdakwa, seorang Biru dan seorang Hijau, berhasil melarikan diri dan mengungsi ke gereja yang kemudian dikepung oleh massa yang mengamuk. Yustinianus menjadi gelisah: ia sedang berada di tengah negosiasi dengan pihak Persia mengenai perdamaian di timur kerajaan, ada ketidaksenangan yang cukup besar akibat penarikan pajak yang tinggi, dan sekarang ia harus menghadapi kemungkinan krisis di dalam ibu kota. Menghadapi hal ini, Yustinianus mengumumkan bahwa sebuah pertandingan balap chariot akan diadakan pada tanggal 13 Januari dan mengubah hukuman mati menjadi hukuman penjara bagi kedua terdakwa. Tim Biru dan tim Hijau menanggapinya dengan menuntu pembebasan kedua anggota tersebut sepenuhnya.