Moment Of The Day – 20 Desember

Moment Of The Day – 20 Desember

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal 20 Desember.

Hari ini tepatnya tanggal 20 Desember 1949 adalah hari pada saat Kabinet dan Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat dilantik.

Republik Indonesia Serikat, (bahasa Belanda:Verenigde Staten van Indonesië bahasa Inggris:Republic of the United States of Indonesia) disingkat RIS, adalah suatu negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB.

Pada Januari 1942, Jepang menduduki bekas wilayah Hindia Belanda, menggusur pemerintah kolonial Belanda. Pada 17 Agustus 1945, dua hari setelah Jepang menyerah, pemimpin kalangan nasionalis Republik Indonesia, Ir. Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Negeri Belanda, melihat Sukarno dan para pemimpin Indonesia telah menyatakan merdeka dari Jepang, memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mengembalikannya menjadi wilayah koloni.

Namun, Pasukan Komando Inggris Wilayah Asia Tenggara di bawah pimpinan Lord Louis Mountbatten, yang memiliki tanggung jawab atas Hindia Belanda, menolak untuk mengizinkan pasukan Belanda mendarat di Jawa dan Sumatra dan mengakui otoritas Republik Indonesia secara de facto. Namun, Belanda mampu menegaskan kembali kendali atas sebagian besar wilayah yang sebelumnya ditempati oleh Angkatan Laut Jepang, termasuk Kalimantan dan Indonesia bagian timur

Moment Of The Day – 19 Desember

Moment Of The Day – 19 Desember

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal 19 Desember.

Hari ini tepatnya tanggal 19 Desember 1961 adalah hari pada saat Presiden Soekarno mencanangkan Tri Komando Rakyat di Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta dalam rangka Pembebasan Irian Barat.

Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda, termasuk wilayah barat Pulau Papua. Namun, pihak Belanda menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda. Pemerintah Belanda kemudian memulai persiapan untuk menjadikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya pada tahun 1970-an.

Namun pemerintah Indonesia menentang hal ini dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda. Hal ini kemudian dibicarakan dalam beberapa pertemuan dan dalam berbagai forum internasional. Dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Belanda dan Indonesia tidak berhasil mencapai keputusan mengenai Papua bagian barat, tetapi setuju bahwa hal ini akan dibicarakan kembali dalam jangka waktu 1 tahun.

Moment Of The Day – 18 Desember

Moment Of The Day – 18 Desember

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal 18 Desember.

Hari ini tepatnya tanggal 18 Desember 1961 adalah hari pada saat Indonesia menyerang Nugini untuk merebut Papua Barat, yang sebelumnya dikenal sebagai Nugini Belanda.

Nugini Belanda mengacu pada wilayah Papua Barat yang sementara itu adalah wilayah luar negeri dari Kerajaan Belanda dari tahun 1949 hingga 1962. Hingga 1949 merupakan bagian dari Hindia Belanda. Itu dikenal sebagai Nugini Belanda. Isinya meliputi apa yang sekarang telah menjadi dua provinsi paling timur Indonesia, Papua dan Papua Barat (di bawah pemerintahan bersatu sebelum tahun 2003 dengan nama Irian Jaya).

Selama Revolusi Indonesia, Belanda melancarkan ‘aksi polisi’ untuk mengambil wilayah dari Republik Indonesia. Namun, cara yang keras dari Belanda telah menarik ketidaksetujuan antarnegara. Dikarenakan dukungan antarnegara berpindah ke Republik Indonesia, Belanda pada tahun 1949 berhasil untuk bernegosiasi dengan agenda pemisahan Nugini Belanda dari pemukiman Indonesia yang lebih luas, dengan nasib wilayah yang disengketakan akan diputuskan oleh penutupan 1950. Namun, Belanda pada tahun-tahun berikutnya bisa berdebat dengan sukses di PBB bahwa penduduk asli Nugini Belanda mewakili kelompok etnis yang terpisah dari masyarakat Indonesia dan dengan demikian tidak boleh diserap ke dalam negara Indonesia.

Sebaliknya, Republik Indonesia, sebagai negara penerus Hindia Belanda, mengatakan Belanda Nugini sebagai bagian dari batas teritorial alam. Sengketa Nugini merupakan salah satu hal penting dalam penurunan cepat hubungan antarnegara Belanda dan Indonesia setelah kemerdekaan Indonesia. Sengketa ini meningkat menjadi konflik tingkat rendah pada tahun 1962 setelah Belanda pada tahun 1961 bergerak untuk mendirikan Pemerintah Papua otonom.

Menyusul Pertempuran Laut Aru, Indonesia meluncurkan kampanye infiltrasi yang dirancang untuk menekan Belanda. Menghadapi tekanan diplomatik dari Amerika Serikat, dukungan domestik memudar dan ancaman Indonesia yang terus-menerus untuk menyerang wilayah tersebut, Belanda memutuskan untuk melepaskan kendali dari wilayah yang disengketakan pada Agustus 1962, menyetujui pengajuan Bunker dengan syarat bahwa pemungutan suara untuk menentukan nasib akhir wilayah dilakukan pada kemudian hari. Wilayah ini dikelola sementara oleh PBB sebelum dipindahkan ke Indonesia pada tanggal 1 Mei 1963. Sebuah pemilihan umum, yaitu Pepera, akhirnya digelar pada tahun 1969 tapi kejujuran dalam pemilu disengketakan.

Moment Of The Day – 17 Desember

Moment Of The Day – 17 Desember

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal 17 Desember.

Hari ini tepatnya tanggal 17 Desember 1969 adalah hari pada saat Angkatan Udara Amerika Serikat menyatakan bahwa investigasinya mengenai UFO tidak menemukan bukti adanya pesawat makhluk asing.

Benda Terbang Aneh (disingkat BETA; identik dengan makna dari istilah bahasa Inggris: Unidentified Flying Object disingkat UFO) atau sering kali disebut sebagai benda terbang tak dikenal adalah istilah yang digunakan untuk seluruh fenomena penampakan benda terbang yang tidak bisa diidentikasikan oleh pengamat dan tetap tidak teridentifikasi walaupun telah diselidiki.

Istilah BETA diperkenalkan oleh Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) era 1960-an RJ Salatun untuk fenomena ini. Istilah lain yang digunakan adalah “piring terbang” (bahasa Inggris: flying saucer) dan pertama kali digunakan wartawan untuk menggambarkan benda terbang misterius yang dilihat oleh Kenneth Arnold, yaitu sembilan objek terbang aneh dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, pegunungan Cascade, Washington. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Juni 1947. Sejak saat itu, istilah “Piring Terbang” memengaruhi imajinasi banyak orang.

Istilah lain yang juga sempat diperkenalkan adalah BETEBEDI (Benda Terbang Belum Dikenal) yang dikemukakan oleh seorang akuntan publik dari Bandung yang bernama C.M. Tanadi yang pada tahun 80-an banyak menerbitkan buku terjemahan tentang fenomena ini dan majalah yang bernama Betebedi.

Moment Of The Day – 16 Desember

Moment Of The Day – 16 Desember

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal 16 Desember.

Hari ini tepatnya tanggal 16 Desember diperingati sebagai hari AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (disingkat Akabri) adalah sekolah militer yang alumninya menjadi perwira pertama (Letnan Dua).

Akabri merupakan integrasi dari empat matra, yaitu Akademi Angkatan Darat (AAD) yang terletak di Magelang, Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya, Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta, dan Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang. Pembinaan dan pengelolaan keempat Akabri Bagian dilaksanakan oleh Komandan Jenderal Akabri.

Sejak 1 April 1999, Akpol memisahkan diri dari Akabri. Sejak itu, Akabri berganti nama menjadi Akademi TNI yang terdiri dari tiga matra AAD, AAL, dan AAU.

ABRI merupakan singkatan dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. ABRI dipimpin oleh seorang Panglima ABRI (Pangab) yang membawahi empat institusi yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polisi

Setelah Reformasi pada tahun 1998, MPR telah menetapkan pemisahan tugas antara Tentara dengan Polisi. Ketiga angkatan (Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara) berubah nama menjadi Tentara Nasional Indonesia yang memiliki fungsi untuk Pertahanan negara, sedangkan Kepolisian Republik Indonesia menjadi institusi yang memiliki kedudukan di bawah Presiden Republik Indonesia yang memiliki fungsi untuk penegak hukum, ketertiban, dan keamanan negara.