Al-Imam Al-Bukhary Kembali ke Pangkuan Ilahi

Pada hari ketiga puluh Ramadhan tahun 256 Hijriyah telah wafat seorang ulama besar bernama Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin al-Mughirah yang lebih dikenal dengan sebutan al-Imam al-Bukhary.

Beliau adalah seorang imam kaum muslimin dalam bidang hadits, pengarang kitab Shahih al-Bukhary kitab yang paling shahih setelah al-Quran dan kitab-kitab lain seperti al-Tarikh al-Kabir dan al-Adab al-Mufrad. Ia wafat di sebuah desa bernama Khartank dekat dengan Bukhara (Uzbekistan) pada usia 62 tahun. [Siyar A’lam al-Nubala’, Jilid 12, hlm. 468].

Para ulama besar di zamannya telah mengakui akan keilmuannya, Ibnu Khuzaimah berkata:

“Aku tidak pernah melihat seseorang di atas permukaan bumi yang lebih berilmu tentang hadits daripada Muhammad bin Isma’il al-Bukhary.”

Al-Imam al-Bukhary berkata tentang dirinya sendiri:

“Aku diberikan petunjuk sehingga mudah menghafalkan hadits sedangkan aku masih di kuttab anak-anak ketika usia 10 tahun.”

Ia juga berkata tentang kitabnya Shahih al-Bukhary:

“Aku menyusun kitabku ini selama 16 tahun, aku menyeleksinya dari 600.000 hadits, dan aku menjadikannya sebagai hujjah yang membelaku kelak antara diriku di hadapan Allah Ta’ala.

Leave a Reply