Moment Off The Day – 25 Maret

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal 25 Maret.

Hari ini tepatnya tanggal25 MARET 1975 saat Raja Faisal dari Arab Saudi ditembak mati oleh keponakannya, Faisal bin Musaid.

Faisal bin ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud dikenal dengan sebutan Malik Faisal atau Raja Faisal. Faisal lahir di Riyadh pada tahun 1906 dan merupakan anak ketiga Raja ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud, Raja pertama dari kalangan Bani Suud yang memproklamirkan berdirinya Negara Monarki Arab Saudi. Dia dianggap melakukan reformasi diantaranya kebijakan pan-Islamisme, anti komunis, dan pro Palestina. Dia wafat pada tahun 1975 dibunuh oleh keponakannya Faisal bin Musaid.

Faisal bin Musaid bin Abdulaziz Al Saud adalah pembunuh dan keponakan dari Raja Saudi Arabia Faisal Bin ‘Abdul ‘Aziz.

Faisal lahir pada tahun 1947. Ayahnya adalah Pangeran Musa’id dan ibunya adalah Watfa, putri Muhammad bin Talal, ke-12. Perceraian kedua orang tuanya mengakibatkan dia dan saudara-saudaranya lebih akrab dengan kerabat ibunya daripada keluarga ayahnya, Al Saud.

Raja Faisal yang mengakui keponakannya dan menunduk ke depan, sehingga Faisal muda bisa mencium kepala raja sebagai tanda hormat. Dalam keadaan yang tak disangka-sangka Faisal bin Musaid mengeluarkan pistol dari jubahnya dan menembak Raja dua kali di kepala. Setelah tembakan ketiga ia melemparkan pistol itu dan Raja Faisal jatuh ke lantai. Ia segera ditangkap oleh pasukan pengawal Raja, Raja yang dalam kondisi kritis segera dilarikan ke rumah sakit namun dokter gagal menyelamatkannya. Sebelum wafat, Raja Faisal memerintahkan agar pembunuhnya tidak akan dieksekusi.

Laporan awal dipengadilan dijelaskan bahwa Faisal bin Musaid sebagai seorang yang tidak waras. Namun akhirnya ia dipindahkan ke sebuah penjara di Riyadh. Ia dianggap waras untuk bisa disidang dalam sebuah pengadilan. Pengadilan menemukan ia bersalah atas tindakan pembunuhan. Hanya beberapa jam setelah putusan pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati atasnya, iapun dipenggal didepan umum di Riyadh. Sedangkan saudaranya Bandar yang juga dimasukkan ke dalam penjara baru dibebaskan satu tahun kemudian.

Sebelumnya dia telah menjalani pengobatan kejiwaan di Beirut. Dendam atas kematian saudaranya dimasa lalu ditengarai membuat dia tidak menyukai sang paman. Selain itu keterlibatannya dengan obat-obatan terlarang dan narkotika menjadi salah satu motivasi dalam pembunuhan itu. Pejabat Saudi menyatakan bahwa tindakan pembunuhan itu sebagai kejahatan yang disengaja dan direncanakan.

Leave a Reply